Sering kali orang disekitar kita bertanya, Apakah Shalat Tahajud harus tidur?. Berbagai macam jawaban langsung terucap dan aneh nya setiap jawaban itu memiliki sifat yang berbeda-beda. Misalnya ada ulama yang bilang kalau Shalat Tahajud harus tidur terlebih dahulu, ada juga yang bilang tanpa tidur juga bisa melaksanakan Shalat Tahajud, bukannya mendapatkan jawaban yang akan menjadi patokan malah menjadi bingung karena perbedaan jawaban yang diberikan.
![]() |
| Source Images : |
Sekarang anda tidak perlu bingung lagi karena disini akan memberikan penjelasan yang mungkin anda bisa jadikan patokan yang anda terapkan dalam menjalankan shalat tahajud. Karena jika anda bingung itu akan menimbulkan ketidak percayaan diri dalam menjalankan sebuah ketaatan yang tujuannya kepada Allah SWT.
Pertama-tama anda harus mengetahui bahwa ada 2 istilah untuk menyebut kegiatan beribadah ketika malam hari yaitu :
- Qiyam Lail
- Tahajud
Para ulama sangat menegaskan, Qiyam Lail itu lebih umum dari pada Tahajud, ini dikarenakan Qiyam Lail itu mencakup semua kegiatan ibadah pada malam hari, baik itu berupa shalat, membaca Al-Qur'an, belajar mengkaji ilmu agama ataupun berdzikir. Selama itu ketaatan dilakukan pada malam hari, sehingga itu menyita waktu istirahat anda, bisadisebut qiyam lail.Baik itu anda lakukan setelah tidur ataupun sebelum tidur.
Dalam Maraqi Al-Falah menyatakan :
معنى القيام أن يكون مشتغلا معظم الليل بطاعة , وقيل : ساعة منه , يقرأ القرآن أو يسمع الحديث أو يسبح أو يصلي على النبي صلى الله عليه وسلم
Makna Qiyam lail adalah seseorang sibuk melakukan ketaatan pada sebagian besar waktu malam. Ada yang mengatakan, boleh beberapa saat di waktu malam. Baik membaca Al-Quran, mendengar hadis, bertasbih, atau membaca shalawat untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah, 34/117).
Sementara itu Tahajud hanya dikhusus kan untuk ibadah berupa shalat. Sementara itu ibadah lainnya, selain shalat, tidak disebut tahajud.
Kedua, Apakah harus tidur dulu?
Ulama berbeda pendapat tentang syarat bisa disebuut shalat tahajud, apakah harus tidur terlebih dahulu ataukah tidak.
1. Tahajud harus tidur terlebih dahulu
Ini merupakan pendapat Ar-Rafi'i - ulama madzhab Syafii-. Dalam bukunya As-Syarhul Kabir, beliau menegaskan.
التَّهَجُّدُ يَقَعُ عَلَى الصَّلَاةِ بَعْدَ النَّوْمِ ، وَأَمَّا الصَّلَاةُ قَبْلَ النَّوْمِ ، فَلَا تُسَمَّى تَهَجُّدًا
“Tahajud istilah untuk shalat yang dikerjakan setelah tidur. Sedangkan shalat yang dikerjakan sebelum tidur, tidak dinamakan tahajud.”
Setelah menyatakan keterangan di atas, Ar-Rafi'i membawakan riwayat dari katsir bin Abbas dari sahabat Al-Hajjaj bin Amr radhiyallahu'anhu.
يَحْسَبُ أَحَدُكُمْ إذَا قَامَ مِنْ اللَّيْلِ يُصَلِّي حَتَّى يُصْبِحَ أَنَّهُ قَدْ تَهَجَّدَ ، إنَّمَا التَّهَجُّدُ أَنْ يُصَلِّيَ الصَّلَاةَ بَعْدَ رَقْدِهِ ، ثُمَّ الصَّلَاةَ بَعْدَ رَقْدِهِ ، وَتِلْكَ كَانَتْ صَلَاةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Kalian menyangka ketika melakukan shalat pada malam hari sampai subuh itu di anggap telah shalat tahajud. Tahajud adalah shalat yang dikerjakan setelah tidu, kemudian shalat setelah itu itulah shalatnya Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam.
Ibnu Hajar dalam Talkhis Al-Habir mengatakan,
Sanadnya hasan, dalam sanadnya ada perawi yang bernama Abu Shaleh, juru tulis Imam Al-Laits, dan Abu Shaleh ada kelemahan. Hadis ini juga diriwayatkan At-Thabrani, dengan sanad dari Ibnu Lahai’ah. Dan riwayat kedua ini dikuatkan dengan riwayat jalur sebelumnya.
2. Tahajud Tidak Harus Dulu
Sholat tahajud adalah semua shalat sunah yang dikerjakan setelah isya, baik sebelum tidur maupun sesudah tidur. (Hasyiyah Ad-Dasuqi, 7/313).
Karena tahajud yang memiliki arti mujanabatul hajud (menjauhi tempat tidur). Dan semua shalat pada malam hari disebut tahajud jika dilakukannya setelah bangun tidur atau diwaktu banyak orang tertidur.
Ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
أفشوا السلام، وأطعموا الطعام، وصلوا الأرحام، وصلوا بالليل والناس نيام تدخلوا الجنة بسلام
Sebarkanlah salam, berilah makanan, sambung silaturahmi, dan kerjakan shalat malam ketika manusia sedang tidur, kalian akan masuk surga dengan selamat. (HR. Ahmad, Ibn Majah, dan dishahihkan Syuaib Al-Arnauth)
Abu Bakr Ibnul ‘Arabi mengatakan,
في معنى التهجد ثلاثة أقوال (الأول) أنه النوم ثم الصلاة ثم النوم ثم الصلاة، (الثاني) أنه الصلاة بعد النوم، (والثالث) أنه بعد صلاة العشاء. ثم قال عن الأول: إنه من فهم التابعين الذين عولوا على أن النبي صلى الله عليه وسلم كان ينام ويصلي، وينام ويصلي . والأرجح عند المالكية الرأي الثاني
Tentang makna tahajud ada 3 pendapat: pertama, tidur kemudian shalat lalu tidur lagi, kemudian shalat. Kedua, shalat setelah tidur. Ketiga, tahajud adalah shalat setelah isya. Beliau berkomentar tentang yang pertama, bahwa itu adalah pemahaman ulama tabi’in, yang menyandarkan pada ketarangan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidur kemudian shalat, kemudian tidur, lalu shalat. Sedangkan pendapat paling kuat menurut Malikiyah adalah pendapat kedua. (Dinukil dari Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah, 14/86)
Untuk anda yang mengkhawatirkan tidak mampu bangun sebelum subuh untuk tahajud, dianjurkan untuk shalat sebelum tidur. Sekalipun tidak disebut tahajud oleh sebagian ulama, namun dia tetap terhidung malkukan qiyam lail yang pahalanya besar.
Sekarang anda sudah tidak bingung lagikan dalam menjalankan Shalat Tahajud. Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk bisa istiqamah dalam melakukan ketaatan.

sepertinya pendapat yang diutarakan cukup banyak, kalau saya pribadi mengikuti madzhab Syafii, dengan tidur terlebih dahulu sebelum melaksanakan shalat tahajud.
ReplyDeleteMemang lebih afdol nya kita tidur terlebih dahulu :)..
Delete